Depok, Jawa Barat, 11 Februari 2026 — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memastikan upaya pemulihan dan keberlanjutan proses pembelajaran tetap berjalan di tengah keterbatasan pascabencana di sejumlah wilayah Sumatra. Berbagai penyesuaian dilakukan, mulai dari pemanfaatan ruang belajar darurat, penguatan peran guru dan orang tua, hingga dukungan konkret dari pemerintah pusat dan daerah.
Dalam forum Konsolidasi Nasional Pendidikan Dasar dan Menengah Tahun 2026, berbagai praktik baik terkait upaya pemulihan pascabencana turut dibagikan oleh para pemangku kepentingan pendidikan.
Kepala SMAS Mitra Inalum Kabupaten Batubara, Sumatra Utara, Mardimpu Sihombing, membagikan praktik baik penanganan trauma healing pascabencana yang dilaksanakan di sejumlah wilayah Sumatra Utara. Ia menjelaskan bahwa kegiatan pemulihan psikososial dilakukan secara bertahap sejak Desember 2025 hingga Februari 2026 melalui kolaborasi antara Kemendikdasmen, pemerintah daerah, Pengurus Besar PGRI, dunia usaha, serta masyarakat.

“Kegiatan trauma healing dilaksanakan di beberapa titik, antara lain Kabupaten Humbang Hasundutan, Langkat, serta Kota Sibolga yang mencakup wilayah Tapanuli Tengah dan Mandailing Natal. Kegiatannya difokuskan pada pemulihan semangat belajar murid dan motivasi guru untuk kembali mengajar,” ungkap Mardimpu di Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia Kemendikdasmen, Depok,Rabu (11/2).
Ia menambahkan, pendekatan yang dilakukan tidak bersifat akademik semata, melainkan kegiatan psikososial yang ringan dan partisipatif, dengan melibatkan tenaga ahli serta guru bimbingan konseling. Dukungan juga diberikan dalam bentuk bantuan pendidikan, tenda belajar darurat, serta perlengkapan sekolah sebagai wujud kehadiran negara hingga pada kebutuhan dasar satuan pendidikan terdampak.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Muslim, menyampaikan bahwa proses pemulihan pembelajaran pascabencana di wilayahnya dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan seluruh unsur masyarakat.

“Sekolah-sekolah secara bertahap sudah kembali beroperasi. Hampir seluruh satuan pendidikan telah menggunakan ruang kelas kembali, kecuali satu sekolah yang mengalami kerusakan berat. Pendampingan trauma juga terus dilakukan agar peserta didik dan guru dapat kembali belajar dan mengajar dengan tenang,” jelas Muslim.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak dalam percepatan pemulihan pendidikan di Pidie Jaya. “Kami menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu, terutama kepada Kemendikdasmen, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten, TNI/Polri, serta seluruh pihak yang tidak dapat kami sebutkan satu per satu. Berkat kolaborasi tersebut, pendidikan di Pidie Jaya dapat bangkit kembali,” ujar Muslim.
Sebagai bagian dari upaya pemulihan, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, juga menegaskan komitmen pemerintah untuk melanjutkan dan memperkuat program prioritas pendidikan pada tahun 2026, termasuk revitalisasi satuan pendidikan, khususnya bagi sekolah-sekolah yang terdampak bencana.
Melalui Konsolidasi Nasional Pendidikan Dasar dan Menengah Tahun 2026, Kemendikdasmen menegaskan komitmennya untuk melanjutkan pemulihan trauma pascabencana dengan pendekatan berpusat pada peserta didik, serta meneruskan program revitalisasi bagi satuan pendidikan yang berada dalam kondisi darurat dan tidak lagi layak digunakan. Upaya ini diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor secara berkelanjutan agar kebijakan dan program pendidikan dasar dan menengah dapat diimplementasikan secara efektif, kontekstual, dan berdampak nyata.
Bagi Kemendikdasmen, memastikan anak-anak kembali belajar dengan rasa aman adalah bagian dari ikhtiar membangun pendidikan yang tangguh dan berkeadilan di seluruh wilayah Indonesia.*** (Penulis:Uly/Editor: Stephanie, Seno. H./Dokumentasi: Tim BKHM)
Sumber: Siaran Pers Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor: 109/sipers/A6/II/2026
Penulis: Shaka
Editor: Denty Anugrahmawaty

