Tangerang, 7 Mei 2026 – Tangerang — Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Banten menyelenggarakan kegiatan Fasilitasi Kemitraan dengan Pemerintah Daerah pada 5–7 Mei 2026 di Tangerang. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara BPMP Banten dan pemerintah daerah guna mendukung implementasi Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan (SPMP), pemanfaatan Rapor Pendidikan, serta penguatan program prioritas pendidikan nasional.

Kegiatan dibuka oleh Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD Dikdas dan PNFI, Eko Susanto, yang dalam arahannya menekankan pentingnya penguatan pendampingan terhadap satuan pendidikan, khususnya bagi sekolah yang masih terkategori tidak terakreditasi di Provinsi Banten. Menurutnya, diperlukan pemetaan, identifikasi permasalahan, serta mitigasi tindak lanjut yang dilakukan secara kolaboratif antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Kepala BPMP Banten, Aria Ahmad Mangunwibawa, menyampaikan bahwa kegiatan fasilitasi kemitraan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi dan kolaborasi daerah dalam mendukung transformasi pendidikan. Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah didorong untuk semakin optimal memanfaatkan data Rapor Pendidikan sebagai dasar dalam perencanaan dan peningkatan mutu layanan pendidikan.
Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mendapatkan berbagai penguatan materi, mulai dari implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), pemanfaatan Rapor Pendidikan, Pembelajaran Mendalam, hingga Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA). Peserta juga mengikuti coaching dan mentoring implementasi SPMI melalui simulasi dan praktik pendampingan di satuan pendidikan.
Selain itu, kegiatan turut mengangkat penguatan karakter melalui Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (G7KAIH) yang diintegrasikan dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program tersebut dipandang tidak hanya mendukung pemenuhan gizi peserta didik, tetapi juga menjadi sarana membangun budaya hidup sehat, disiplin, dan kebiasaan positif di lingkungan sekolah.
Peserta juga memperoleh penguatan terkait penyusunan ARKAS berbasis data serta pemanfaatan Platform Interaktif Digital (PID) melalui pendekatan Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK). Pada sesi akhir kegiatan, peserta mengikuti pembahasan On the Job Learning (OJL) dan review Rencana Tindak Lanjut (RTL) sebagai bentuk komitmen implementasi hasil kegiatan di daerah masing-masing.
Dalam arahannya, Eko Susanto juga menekankan pentingnya kolaborasi antara sekolah dan keluarga dalam implementasi Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Ia menambahkan, pemerintah telah menghadirkan berbagai program digitalisasi pendidikan seperti Rumah Pendidikan dan bantuan PID/IFP yang dapat dimanfaatkan guru sebagai sumber belajar mandiri dan penguatan implementasi Pembelajaran Mendalam di sekolah.
Melalui kegiatan ini, BPMP Banten bersama pemerintah daerah terus memperkuat sinergi dalam mendukung implementasi program prioritas pendidikan nasional serta mendorong terciptanya layanan pendidikan yang lebih berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghadirkan Pendidikan Bermutu untuk Semua.
( Penulis : Nia /Editor: Cecep/Fotografer: Arje )





